Resmi Dilantik, Pengurus Ranting NU Bojongkulur Siap Emban Amanah Keumatan

GUNUNG PUTRI – Barisan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Bojongkulur masa khidmat 2026-2031 resmi dikukuhkan pada Ahad (26/04/2026). Acara yang berlangsung di Aula Desa Bojongkulur ini berjalan dengan khidmat, dihadiri oleh tokoh agama, jajaran birokrasi, serta tokoh masyarakat setempat.
Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menjadi momentum penting bagi penguatan struktur organisasi NU di tingkat desa, khususnya di wilayah Kecamatan Gunung Putri.
Struktur Kepengurusan Baru
Berdasarkan surat keputusan yang dibacakan, berikut adalah jajaran inti Pengurus Ranting NU Bojongkulur yang telah resmi dilantik:
-
Rois Syuriyah: Ust. Noval Ad Daruri
-
Katib: Ust. Rahmat Hidayat
-
Ketua Tanfidziyah: Ust. Irfan Zidni Azhari, Lc
-
Sekretaris: Ust. Samad HM
-
Bendahara: Ust. Zaka
Prosesi pelantikan disaksikan langsung oleh jajaran Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Gunung Putri, di antaranya Kyai Juwahir, S.Pd.I (Rais Syuriyah MWC), Ust. Pujianto, S.Pd.I (Ketua Tanfidziyah MWC), dan Ust. Achmad Makhrus Zein, S.H.I (Sekretaris MWC).
Pesan Kebangsaan dan Dukungan Pemerintah
Salah satu sorotan utama dalam acara ini adalah Pidato Kebangsaan yang disampaikan oleh KH. Abey Ghifran. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya peran kader NU di tingkat ranting dalam menjaga ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan se-tanah air) di tengah dinamika masyarakat modern.
Hadir pula mewakili pihak pemerintah desa, Sekretaris Desa Bojongkulur, Bapak Takih, yang menyatakan kesiapan desa untuk bersinergi dengan NU dalam program-program sosial keagamaan. Selain itu, tampak hadir Bapak Amin Sugandi, S.E., M.M, anggota DPRD Kabupaten Bogor, yang memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan ini.
Harapan Baru
Ketua Tanfidziyah terpilih, Ust. Irfan Zidni Azhari, Lc, dalam sambutannya menyatakan bahwa amanah ini merupakan tanggung jawab besar untuk menghidupkan amaliah dan fikrah Nahdliyyah di Desa Bojongkulur.
“Kami berharap kehadiran Ranting NU ini dapat menjadi oase bagi masyarakat, tempat berkonsultasi masalah keagamaan, serta menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam membangun karakter warga yang religius dan moderat,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama pada pukul 15.00 WIB, dilanjutkan dengan ramah tamah antar pengurus dan tamu undangan.
Share this content:


Post Comment