Loading Now

Kyai Juwahir : Santri Lasem yang jadi Rois Syuriah termuda di kabupaten Bogor

Berikut adalah profil lengkap KH. Juwahir S.Pd.I :

Lahir dan Keluarga:

Lahir di Tuban, Jawa Timur, pada 15 Agustus 1978 Ayahnya bernama Bp Kasbullah dan ibunya Rumiyati, dan beliau adalah anak pertama dari lima bersaudara.

Pendidikan dan Jabatan:

Kyai Juwahir dikenal karena keramahannya dengan semua warga Nahdliyyin. Beliau menempuh pendidikan di pondok pesantren Nurussalam Gomang/ Walisongo Tuban – Jawa Timur & Pondok Pesantren Lasem Rembang Jawa Tengah. Serta melanjutkan pendidikan Akademiknya di Universitas Satyagama – Jakarta, Oleh karenanya sekarang Kyai Juwahir mengajar sebagai guru agama islam di SDN Makasar 01 Pagi Kota Jakarta Timur – DKI Jakarta

Kehidupan dan Pengabdian:

Kyai Juwahir dikenal sebagai ulama yang kharismatik dan murah senyum. Di umurnya yang menginjak 47 Tahun, ia sudah memiliki dua anak dari istrinya yang bernama Handayani Pangestuti, S.Pd,I yang juga berprofesi sebagai guru. Kyai Juwahir juga aktif dalam kegiatan dakwah dan memberikan perhatian pada berbagai aspek kehidupan,

Pengaruh dan Pemikiran:

Kyai Juwahir memiliki pemikiran yang luas, terutama dalam bidang keorganisasian. Beliau menekankan pentingnya berjam’iyyah untuk menjaga dan merawat tradisi para ulama terdahulu, seperti yang di jabarkan oleh para kyai Nahdlatul Ulama yaitu “Al Muhafadhotu ‘Ala Qodimisholih Wal Ahdu bil Jadidil Ashlah” yaitu merawat tradisi terdahulu yang baik dan mengambil sesuatu yang baru yang lebih baik.

Peran dalam Dakwah:

Kyai Juwahir dikenal di kalangan warga Nahdliyyin memiliki peran penting dalam dakwah, khususnya dalam menjaga keharmonisan antar umat beragama dan mempromosikan nilai-nilai keislaman yang moderat.
Lebih lanjut, Kyai Juwahir juga dikenal sebagai sosok yang tawadhu (rendah hati) dan memiliki hubungan yang baik dengan berbagai kalangan masyarakat. Beliau juga aktif dalam kegiatan sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pria yang menyukai warna putih dan hobi membaca itu kini menjadi Rois Syuriah termuda di kabupaten Bogor.

 

(Gaber Fathurohman)

Share this content:

Post Comment