Muslimat NU Wanaherang Gelar Pengajian Rutin, Ust. Pujianto: Perempuan Kuat Harus Berjam’iyyah

WANAHERANG, NUGP Online —
Pimpinan Ranting Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Desa Wanaherang kembali menggelar pengajian rutinan pada Senin (18/5/2026) siang. Bertempat di Majelis Ta’lim Husnatus Sa’adah, acara yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB ini dihadiri oleh puluhan jamaah Muslimat yang tampak antusias menyerap ilmu dan mempererat tali silaturahmi.
Kegiatan rutin ini dikomandoi langsung oleh jajaran pengurus inti Muslimat NU Ranting Wanaherang, yakni Hj. Husnun Husniati (Ketua), Ermilawati (Wakil Ketua), Siti Holidah (Sekretaris), dan Yayah Khoeriyah (Bendahara).
Turut hadir sebagai tamu undangan di antaranya Ustadz Abdul Wahab, S.Ag (Rais Syuriyah Ranting NU Wanaherang), Hamdi, A.Md (Wakil Sekretaris MWC NU Gunung Putri), serta H. Husni selaku tokoh masyarakat setempat sekaligus suami dari Ketua Muslimat Ranting Wanaherang.
Peran Vital Perempuan dan Pentingnya Berjam’iyyah
Puncak acara diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Pujianto, S.Pd, yang juga menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Gunung Putri.
Dalam mauidhoh hasanah-nya, Ust. Pujianto menekankan pentingnya peran perempuan dalam peradaban sebuah bangsa. Beliau mengutip sebuah hadis mengenai posisi wanita sebagai fondasi negara:
Artinya: “Wanita adalah tiang Negara, apabila wanita itu baik maka akan baiklah negara, dan apabila wanita itu rusak, maka akan rusak pula negara.”
Beliau memaparkan bahwa untuk menjadi tiang negara yang kokoh, dibutuhkan sosok perempuan dan ibu yang kuat serta tangguh menghadapi tantangan zaman.
“Untuk menjadi wanita yang siap tempur menghadapi tantangan zaman dan mendidik generasi masa depan, kita tidak bisa sendirian. Kita harus terorganisir, dan wadah terbaik itu adalah dengan berjam’iyyah di Muslimat NU,” tegas Ust. Pujianto.
Keutamaan Majelis Ilmu dan Bakti Orang Tua
Selain membahas peran perempuan, Ust. Pujianto juga mengingatkan jamaah akan besarnya pahala menghadiri majelis taklim. Beliau menyebutkan bahwa duduknya seorang mukmin di majelis ilmu untuk menuntut ilmu agama, nilainya jauh lebih baik daripada melaksanakan shalat sunah 1000 rakaat.
Di akhir ceramahnya, beliau berpesan agar seluruh jamaah senantiasa menata niat dalam setiap aktivitas sehari-hari. Segala amal kebaikan, khidmah di NU, hingga urusan rumah tangga, hendaknya diniatkan sebagai bentuk bakti (birrul walidain) kepada orang tua, agar mengalirkan berkah yang tak terputus.
Penutup dan Doa
Setelah seluruh rangkaian materi dan sosialisasi selesai dilaksanakan, acara pengajian rutin ini ditutup dengan khidmat melalui pembacaan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Abdul Wahab, S.Ag selaku Rais Syuriyah Ranting NU Wanaherang. Doa dipanjatkan untuk kemaslahatan umat, bangsa, serta keberkahan seluruh pengurus dan jamaah yang hadir.
Reporter : ALH
Share this content:




Post Comment