Perkuat Organisasi dan Luncurkan Program “Mustika”, Muslimat NU Wanaherang Gelar Pengajian Bulanan

BOGOR, NUGP Online – Pimpinan Ranting (PR) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Desa Wanaherang kembali menggelar pengajian bulanan yang berlangsung khidmat pada Senin (22/06/2026). Bertempat di kediaman Bapak H. Husni (suami dari Ketua PR Muslimat NU Wanaherang, Hj. Husnun Husniati), acara yang dimulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB ini dihadiri oleh puluhan jamaah serta jajaran tokoh penting.
Turut hadir dalam acara ini Ibu Titi Santika, SE (Istri Kepala Desa Wanaherang), sesepuh Wanaherang KH. Abdul Hoer, Rais Syuriyah Ranting NU Wanaherang Ust. Abul Wahab, S.Ag, serta Ketua Tanfidziyah MWCNU Gunung Putri Ust. Pujiyanto, S.Pd.

Inovasi Program “Mustika” untuk Kemaslahatan Umat
Dalam sambutannya, Ketua PR Muslimat NU Wanaherang, Hj. Husnun Husniati, memperkenalkan tiga program unggulan baru yang disingkat “MUSTIKA”. Program-program ini dirancang agar dapat langsung diterapkan oleh anggota Muslimat dalam kehidupan sehari-hari:
- Mustika Darling (Muslimat Cantik Sadar Lingkungan): Gerakan peduli lingkungan yang dimulai dari rumah masing-masing dengan cara memilah sampah secara mandiri.
- Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem): Aksi sosial kemanusiaan untuk membantu warga yang membutuhkan melalui donasi bersama yang disepakati sesuai kemampuan anggota.
- Mustika Segar (Muslimat Cantik Sehat dan Bugar): Upaya menjaga kesehatan lahir dan batin. Program yang sudah berjalan di Desa Wanaherang adalah kegiatan senam sehat bersama setiap hari Minggu setelah asar.

Mauizhoh Hasanah: Pentingnya Berorganisasi dan Menjaga Tradisi
Acara inti diisi dengan Mauizhoh Hasanah (ceramah agama) oleh Ust. Pujiyanto, S.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya bagi warga Muslimat untuk bersikap adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Beliau mengutip kaidah fikih yang populer:
“Al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih, wal akhdzu bil jadidil ashlah” (Memelihara tradisi lama yang baik, dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik).
“Muslimat yang tidak mengikuti perkembangan zaman akan tertinggal,” ujar Ust. Pujiyanto. Ia juga mengingatkan pentingnya kerapian dalam berorganisasi dengan mengutip petuah bijak Sahabat Ali bin Abi Thalib: “Al-haqqu bilā nidzham yaghlibuhul bāthilu bin nidzham” (Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir).
Selain itu, menjelang bulan Muharram, beliau juga mengingatkan keutamaan ibadah puasa pada tanggal 10 Muharram (Asyura) yang dapat melebur dosa satu tahun yang lalu. “Kita boleh saja tidak berpuasa, namun jangan sampai menyepelekan keutamaan puasa 10 Muharram ini,” tambahnya.

4 Kriteria Penduduk Surga
Sebagai penutup ceramahnya, Ust. Pujiyanto memaparkan empat kriteria utama penduduk surga berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW yang harus diikhtiarkan sejak di dunia:
| Kriteria | Penjelasan |
| 1. Wajhun Malih (Wajah Berseri) | Senantiasa menampilkan wajah yang sumringah, ramah, dan menyenangkan saat dipandang orang lain. |
| 2. Lisanun Fasihun (Lisan yang Fasih) | Lisan yang selalu mengeluarkan kata-kata baik dan santun, bukan yang gemar menyakiti hati sesama. |
| 3. Qalbun Taqiyy (Hati yang Bertakwa) | Hati yang selalu terpaut dan berserah diri kepada Allah SWT, mendorong pada kebaikan. |
| 4. Yadun Sakhiyyun (Tangan Dermawan) | Ringan tangan dalam berbagi secara ikhlas tanpa mengharapkan pujian manusia. |

Acara pengajian bulanan ini kemudian diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh sesepuh Wanaherang, KH. Abdul Hoer, membawa suasana penutup yang penuh berkah dan kekeluargaan.
Reporter : Andi LH
Share this content:



Post Comment