Loading Now

MWCNU Gunung Putri Gelar Lailatul Ijtima’ di Ciangsana, Perkuat Ukhuwah dan Kajian Aswaja

IMG20260821221142-300x169 MWCNU Gunung Putri Gelar Lailatul Ijtima' di Ciangsana, Perkuat Ukhuwah dan Kajian Aswaja

CIANGSANANUGP Online

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gunung Putri sukses menggelar kegiatan rutin bulanan Lailatul Ijtima’ pada Jum’at, 21 Agustus 2026. Bertempat di Masjid Baitussalam, Villa Nusa Indah 5, kegiatan yang diorganisir oleh Ranting NU (RNU) Ciangsana ini dihadiri oleh sekitar 70 jamaah.

​Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini bertujuan utama untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus mendalami kajian keislaman melalui pembacaan kitab kuning.

Tokoh dan Tamu Undangan yang Hadir

Kegiatan khidmat ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU Gunung Putri, tokoh agama, serta unsur pemerintah setempat, di antaranya:

  • H. Udin Saputra, S.H., M.M. (Kepala Desa Ciangsana)
  • Kyai Juwahir, M.Pd. (Rais Syuriyah MWCNU Gunung Putri)
  • Ust. Pujianto, S.Pd. (Ketua Tanfidziyah MWCNU Gunung Putri)
  • Achmad Makhrus Zein, S.H.I. (Sekretaris MWCNU Gunung Putri)
  • Ust. Anas Nashrudin, S.Pd.I. (Katib Syuriyah MWCNU Gunung Putri)
  • KH. Syufa’i Ihsan (Rais Syuriyah Ranting NU Ciangsana)
  • Iwan Ridwan (Sekretaris Ranting NU Ciangsana)
  • KH. Zainal Hasby, M.M. (Ketua DKM Masjid Baitussalam)
  • Ust. A. Rustandi
  • dan Oman Untung Wijaya (Kadus 05 Ciangsana)

Sinergitas MWCNU dan Komitmen Kemitraan

Dalam arahannya, jajaran pengurus MWCNU Gunung Putri menyampaikan kesiapan lembaga untuk terus memperkuat sinergi dan kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk dengan APDESI (Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia), guna membangun kebaikan umat dan kemaslahatan masyarakat di wilayah Gunung Putri.

Kajian Kitab Risalah Ahlussunah Wal Jama’ah

Inti acara diisi dengan pengajian kitab Risalah Ahlussunah Wal Jama’ah karya KH. Ali Ma’shum Krapyak, yang disampaikan langsung oleh Rais Syuriyah MWCNU Gunung Putri, Kyai Juwahir, M.Pd.

Dalam ceramahnya, beliau mengupas berbagai persoalan keagamaan serta menyelipkan kisah penuh hikmah. Salah satunya adalah pembahasan mengenai tanda-tanda kiamat, yakni terbitnya matahari dari barat. Beliau turut menceritakan kisah inspiratif tentang Nabi Idris A.S. yang merasakan panasnya terik matahari, hingga memohon kepada Allah SWT agar panas tersebut diredupkan. Malaikat penjaga matahari yang terkejut karena suhu yang meredup kemudian meminta izin kepada Allah untuk menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Nabi Idris A.S.

Rangkaian acara Lailatul Ijtima’ ini kemudian ditutup dengan khidmat melalui doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Ahmad Rustandi.

 

Reporter : Andi LH

Share this content:

Post Comment