Loading Now

NGOPI Fatayat NU Gunung Putri: Ngobrol Penuh Inspirasi dalam Balutan Syukur dan Spirit Islami

IMG20250906102509-300x135 NGOPI Fatayat NU Gunung Putri: Ngobrol Penuh Inspirasi dalam Balutan Syukur dan Spirit Islami

Gunung Putri, 6 September 2025 – Suasana hangat dan penuh keberkahan terasa dalam kegiatan Ngobrol Penuh Inspirasi (NGOPI) yang diselenggarakan oleh Fatayat NU Gunung Putri pada hari Sabtu, 6 September 2025, pukul 09.00–11.30 WIB. Acara yang berlangsung di kediaman Teh Dian ini mengangkat tema silaturahmi, syukuran, dan inspirasi dalam bingkai keislaman.

Acara ini dirangkai dengan tasyakuran khitan ananda Ahmad Syauqi Hadi serta tasyakuran ulang tahun Teh Dian, yang menjadi momentum refleksi dan berbagi ilmu untuk para peserta.

Ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah antaranggota Fatayat NU dan masyarakat sekitar, serta menghadirkan ruang diskusi yang menginspirasi khususnya dalam membina keluarga islami.

Hadir sebagai narasumber adalah Teh Hj. Ulfah, Ketua Fatayat NU Gunung Putri, yang memaparkan materi bertema “Hukum Khitan bagi Perempuan”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa hukum khitan bagi perempuan dalam pandangan Islam mencakup tiga pendapat: boleh, sunah, dan sebagai bentuk memuliakan perempuan.

Beliau juga menjelaskan perbedaan khitan antara laki-laki dan perempuan. Jika pada laki-laki khitan dilakukan dengan memotong kulit ujung (kulup) kemaluannya, maka pada perempuan hanya sebatas mencungkil sedikit bagian tertentu sebagai bentuk simbolik.

Dalam penjelasan yang penuh makna, beliau mengibaratkan khitan seperti anak tangga menuju rumah bertingkat. “Ketika anak dikhitan, maka ia lebih siap menjalankan ibadah seperti salat karena salah satu manfaat khitan adalah menjaga kesucian. Dengan tubuh yang suci, maka salatnya pun akan diterima Allah SWT, insyaAllah,” ujarnya.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 30 peserta ini juga dimeriahkan oleh penampilan Tim Hadroh Akhwat Cinta Sholawat di bawah pimpinan Teh Nia, yang diasuh langsung oleh Ustadz Sanusi, menambah nuansa religius dan penuh syukur dalam kegiatan tersebut.

Para peserta mengaku sangat terinspirasi dan merasa tercerahkan dengan materi yang disampaikan. Banyak di antara mereka berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan sebagai sarana edukasi dan penguatan spiritual bagi kaum ibu.

Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh anak-anak, khususnya yang hadir, bisa tumbuh menjadi anak sholeh, istiqomah di jalan Allah SWT, dijauhkan dari segala kemaksiatan, dikabulkan hajatnya, serta diterima seluruh amal ibadahnya oleh Allah SWT.

Share this content:

Post Comment