Apasih Hebatnya Banser
Apasih Hebatnya Banser
Tugas Banser NU (Barisan Ansor Serbaguna) adalah memberikan pendampingan pada kegiatan keagamaan maupun sosial di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) dan badan otonomnya. Selain itu, Banser juga bertugas dalam bidang operasi keamanan dan kemanusiaan. Berikut Fungsi dan Tugas Banser :
Fungsi Banser :
- KADERISASI :
Banser sebagai perangkat dari Gerakan Pemuda Ansor yang merupakan kader terlatih, tanggap, terampil dan berdaya, guna untuk pengembangan kaderisasi di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor.
- DINAMISATOR :
Banser merupakan perangkat dari Gerakan Pemuda Ansor sebagai pelopor penggerak program-program Gerakan Pemuda Ansor.
- STABILISATOR :
Banser sebagai perangkat dari Gerakan Pemuda Ansor yang berfungsi sebagai pengamanan program-program sosial kemasyarakatan Gerakan Pemuda Ansor.
- KATALISTATOR :
Banser sebagai perangkat dari Gerakan Pemuda Ansor yang berfungsi sebagai perekat hubungan silaturahmi dan menumbuhkan rasa solidaritas sesama anggota Banser, anggota Gerakan Pemuda Ansor dan masyarakat.
Tugas Banser :
- Pengamanan: Banser bertanggung jawab menjaga keamanan kegiatan keagamaan, sosial, dan acara resmi NU.
- Pelayanan: Banser memberikan pelayanan kepada masyarakat umum, termasuk dalam kegiatan kemanusiaan dan social
- Pembangunan: Banser berpartisipasi dalam program pembangunan di masyarakat
- Kemanusiaan: Banser terlibat dalam kegiatan kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan
- Ketertiban Lalu Lintas: Satuan khusus Banser Lalu Lintas (Balantas) membantu menjaga kelancaran dan ketertiban lalu lintas
- Manajemen Acara: Banser memiliki satuan khusus yang bertugas mengatur dan menata acara kenegaraan dan acara resmi.
Nama Banser mencuat ketika pecah peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang berujung pada pemakzulan Presiden Soekarno. Diyakini bahwa Banser berperan dalam penangkapan dan penumpasan para aktivis PKI dan berbagai onderbouw-nya, terutama di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Barat.
Peristiwa tersebut didahului oleh letupan-letupan kecil akibat tajamnya konflik kepentingan dan ideologi di antara kalangan kiri yang terutama diwakili oleh PKI dan golongan kanan yang diwakili oleh partai-partai nasionalis dan keagamaan, termasuk NU, di dalam sistem politik kepartaian yang liberal. Konflik ini semakin menghangat di dalam panggung politik internasional akibat pengaruh Perang Dingin di antara dua kekuatan adidaya, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Dilaporkan ribuan hingga jutaan orang, terutama para aktivis atau mereka yang diduga terkait dengan PKI dan onderbouwnya, terbunuh atau hilang tak tahu rimbanya dalam peristiwa itu. Banyak penelitian yang mengungkap peristiwa berdarah ini, tetapi pemerintah sendiri belum melakukan investigasi dan menyampaikan pengakuan yang resmi. Meski demikian, terkait dengan peran Banser NU di dalamnya, KH Abdurrahman Wahid selaku Ketua PBNU, secara rendah hati dan terbuka pernah meminta maaf kepada keluarga korban 1965 tersebut.
Kontributor : Amat D’Mos
Share this content:



Post Comment